Senin, 14 Maret 2016

My Scout: Laporan Perjalanan Masa Orientasi Kepramukaan dan Penerimaan Anggota Baru Pramuka Unpad / MOKPAB ke 52 (Ambalan-Racana Padjadjaran)


Pra Perjalanan
Perjalanan yang dilakukan selama dua hari merupakan puncak acara sebelum adanya prosesi penerimaan anggota baru Pramuka Ambalan-Racana Padjadjaran melalui sidang dan upacara pelantikan. Perjalanan yang dilakukan merupakan salah satu bagian kecil dari semua proses panjang yang harus dilaksanakan dalam kegiatan MOKPAB secara keseluruhan. Adanya sidang pelantikan anggota baru menjadikan rangkaian perjalanan memiliki kedudukn yang sangat penting dalam acara MOPKAB ini. Namun, meski demikian, bukan berarti rangkaian lain tidak kalah penting dan harus diabaikan, termasuk rangakaian pra perjalanan.
Rangkaian acara MOKPAB dimulai pada tanggal 5 September 2015 setelah dalam dua minggu sebelumnya teradapat beberapa rangkaian acara yang mendukung keberlangsungan MOKPAB ini seperti Studen Day dan Opern House. Setelah melakukan pendaftaran, pemenuhan persyaratan administrasi, dan pengumpulan kembali formulir pendaftaran, pada tanggal terebut kami melaksanakan upacara pembukaan MOKPAB ke-52. Kegiatan awal ini dilaksanakan di Arboretum Unpad dan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan simbolis pemberian syal putih bertuliskan MOKPAB Pramuka Unpad sebagai tanda Calon Anggota. Setelah upacara penerimaan selesai dilaksanakan, agenda selanjutnya kemudian dilaksanakan pemberian jadwal rangkaian acara MOKPAB serta penjelasan mengenai MOKPAB dan seluruh aturannya.
Tidak lama setelah itu, pemberian materi MOKPAB yang terdiri dari sejarah kepramukaan, navigasi, backpacking skill, firs aid skill, binsik, morse, dll. mulai dilaksanakan dengan diawali oleh pemberian materi tentang sejarah kepramukaan pada tanggal 8 September 2015. Pemberian materi terus diakukan hingga akhir bulan September. Memasuki bulan Oktober, tidak ada jadwal pemberian materi karena pada bulan tersebut, dilaksanakan Ujian Tengah Semester. Meski tidak ada jadwal pemberian materi, sebenarnya tetap ada kegiatan berupa pengumpulan tugas-tugas materi susulan.
Pada awal Nopember, kegiatan pemberian materi kembali dilaksanakan. Pemadatan materi terus dilaksanakan karena masih banyak calon anggota yang belum mengikuti materi sehingga harus mengikuti materi susulan. Kegiatan Persami dilakukan pada pertengahan bulan tersebut. Persami ini dilaksanakan di Arboretum, dan berisi mengenai materi praktik food and cooking seta manajemen perjalanan. Tanggal 16-21 Nopember merupakan waktu khusus untuk melaksanakan materi susulan termasuk materi yang disampaikan pada waktu persami. Dalam rangkaian tersebut, dari awal selain melakukan pengisian materi, panitia juga selalu mengingatkan mengenai persiapan peralatan yang harus dilengkapi untuk melaksanakan perjalanan MOKPAB.
Sebelum melaksanakan perjalanan MOKPAB tersebut, dilaksanakan kegiatan Pra MOKPAB tepat seminggu sebelum dilaksanakannya MOKPAB. Kegiatan ini merupakan sebuh rangkaian acara yang disusun persis seperti apa yang akan dilaksanakan pada kegiatan MOKPAB. Dengan diadakannya acara Pra MOKPAB, diharapakan adanya gambaran mengenai hal-hal apa saja yang kemungkinan terjadi pada kegiatan MOKPAB sehingga calon anggota akan lebih matang dalam melakukan persiapan.
Satu minggu sebelum dilaksanakannya MOKPAB, tidak ada lagi materi yang disampaikan dan hanya fokus pada persiapan kegiatan MOKPAB. Kendala mengenai peralatan menjadi hal yang sangat mendasar dari hampir semua calon anggota. Adanya berbagai diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut membuat sedikit pencerahan dalam pemenuhan kekurangan peralatan tersebut.  Malam terakhir sebelum pelaksanaan MOKPAB, dilaksanakan pengecekkan barang bawaan. Ada beberapa barang bawaan yang belum terpenuhi dan berusaha kami penuhi keesokan harinya.
Perjalanan
Setelah melakukan berbagai rangkaian acara, akhirnya sampai pada saat dimana acara pucak akan dilaksanakan. 5 Desember 2015 merupakan waktu dimulainya perjalanan yang kami lakukan dalam menjalankan rangkaian acara MOKPAB. pukul 07.00 merupakan jadwal kumpul seluruh calon anggota di sekitar UKM Timur. Peralatan tambahan kami bawa untuk melengkapi peralatan yang belum terpenuhi pada malam harinya. Persiapan dan pengecekkan ulang barang bawaan kami lakukan pada saat itu, dibantu oleh kakak-kakak panitia. Setelah memastikan kelengkapan peralatan dan pemerataan barang bawaan yang kami bawa, kemudian kami bersiap untuk melaksanakan upacara pelepasan sebagai bentuk dimulainya rangkaian acara perjalanan MOKPAB ke-52.
Setelah dilaksanakannya upacara kami melakukan sesi foto sebelum pemberangkatan, bersama Danlap dan Aslap. Selanjutnya, kami langsung bergegas me masuki kendaraan yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Kendaraan tersebut mengantarkan kami dan seluruh panitia ke tempat awal perjalanan yang akan kami tempuh. Kecamatan Pacet, merupakan sebuah daerah di Kabupaten Bandung yang menjadi titik awal perjalanan kami. Sekitar pukul 11.00 kami sampai di sana. Berhubung saat itu hari Jumat, tidak lama setelah beristirahat sejenak calon anggota dan panitia laki-laki melakukan ibadah sholat Jum’at di masjid terdekat. Setelah selesai, kemudian giliran calon anggota dan panitia perempuan yang melakukan sembahyang.
Setelah semuanya selesai, kami kemudian memulai perjalanan. Letak Kecamatan Pacet berada di daerah kaki gunung dan dikelilingi bukit yang cukup indah. Tidak jauh dari tempat kami memulai perjalanan, panitia menghentikan kami di sebuah area perkebunan yang memiliki jarak pandang yang cukup jauh ke arah bukit dan pegunungan yang mengelilingi daerah tersebut. Pada tempat pemberhentian pertama itu kami diperintahkan untuk membuka peta yang sudah diberikan oleh panitia pada awal perjalanan. Di sana, kami kemudian diperintahkan untuk melakukan orientasi medan dan menentukan posisi kami di peta. Ketidaktahuan tentang daerah tersebut membuat kami kesulitan dalam melakukan penentuan posisi di peta. Akhirnya, kami tidak berhasil menunjukkan posisi yang benar atau pun sekedar mendekati. Konsekuensi pun harus kami terima. Push up sebanyak dua seri kami lakukan di sana.
Selanjutnya, kami langsung melakukan perjalan ke arah gunung yang kami bidik sebelumnya. Beberapa kali kami melakukan istirahat dalam perjalanan tersebut. Kondisi tanah yang licin serta keadaan cuaca yang sangat mudah berubah membuat kami harus bnar-benar memperhatikan keselamatan. Buddy system menjadi hal yang terus kami lakukan sepanjang perjalanan. Kesulitan semakin diperparah dengan keadaan medan yang cukup berat karena kemiringannya yang sangat curam. Webbing menjadi salah satu alat yang sangat membantu kami pada saat itu. Intruksi dari Danlap dan Aslap untuk pengaturan posisi jalan, dimana adanya sistem silang posisi antara laki-laki dan perempuan cukup mempermudah perjalanan.
Setelah melakukan perjalanan sekitar enam jam, akhirnya kami sampai di tempat peristirahatan pertama kami. Tegal alun, begitulah sebutan tempat yang kami jadikan untuk bermalam. Pembuatan bifak dan perapian menjadi dua hal utama yang kami lakukan disana. Kami membagi tugas untuk melakukan kedua kegiatan tersebut. Meskipun antara calon anggota perempuan dan laki-laki ditempatkan secara terpisah, namun kami tetap saling membantu. Setelah selesai membuat bifak dari ponco yang kami bawa, kami langsung menggati pakaian yang sudah basah akibat kehujanan. Perapian yang sudah menyala, membuat kami langsung melakukan kegiatan yang merupakan aplikasi dari materi food and cooking. Air hangat dan beberapa makanan ringan menjadi santapan kami malam itu sebelum melakukan evaluasi perjalanan hari pertama.
Setelah beristirahat sejenak, kemudian Danlap dan Aslap beserta semua calon anggota melakukan evaluasi perjalanan. Bifak putra menjadi tempat dilaksanakannya evaluasi tersebut. Di sana kita membahas awal perjalanan hingga saat itu. Beberapa masalah seperti kedisiplinan, penguasaan materi, dan buddy system menjadi catatan kami pada saat itu. Evaluasi berjalan sekitar setengah jam dan diakhiri dengan sharing antara calon anggota dengan Danlap dan Aslap. Evaluasi menjadi agenda terakhir sebelum kami beristirahat malam itu. tidak ada lagi hal yang dilakukan selain persiapan untuk tidur. Sarung bag dan peralatan pendukung lainnya kami siapkan demi kenyamanan istirahat kami. Akhirnya kami pun mampu mengistirahatkan fisik dan pikiran kami dengan tenang.
Hari kedua kami sambut dengan semangat yang masih membara. Adanya pesan dari Danlap dan Aslap pada saat evaluasi mengenai persiapan ekstra yang harus kita lakukan karena perjalanan hari kedua akan lebih berat lagi. Pukul 05.00 kami terbangun dan secara bergantian melakukan ibadah sholat shubuh di bifak masing-masing. Sesuai dengan perintah sebelumnya, kami kembali berkumpul pukul 05.30 di dekat bifak putra untuk melakukan senam pagi. Gerakan pemanasan tidak kami lakukan begitu sempurna karena udara yang masih sangat dingin mengganggu konsentrasi. Namun, kami tetap mencoba melakukan senam secara maksimal dan memang kesegaran kami dapatkan setelah melaksanakan kegiatan tersebut.
Senam berakhir sekitar pukul 06.00, kemudian dilanjutkan dengan persiapan sarapan pagi yang dilakukan di bifak masing-masing kelompok Namun, kami berinisiatif untuk melakukan pembagian tugas antara putra dan putri. Putra bertugas mempersiapkan nasi, sementara putri memasak lauk pauk serta minuman hangat. Waktu satu setengah jam yang diberikan data kami maksimalkan dengan baik. Tepat 07.30 kami telah selesai makan dan beres-beres. Waktu 15 menit diberikan untuk packing dan beres-beres bifak. Karena beberapa hal, waktu tersebut tidak dapat kami maksimalkan dengan baik sehingga kami terlambat beberapa menit dari waktu yang ditentukan. Meski begitu, panitia tidak melakukan konsekuensi, mungkin karena kami akan melakukan perjanan panjang pada hari itu sehingga diperlukan fisik yang prima.
Pengecekkan barang bawaan serta persiapan peralatan seperti ponco  dan webbing dilakukan sebelum kami memulai perjalanan. Setelah dipastikan siap, perjalanan dimulai dengan pembacaan doa terlebih dahulu. Sebelumnya, panitia telah mengingatkan kami untuk selalu berhati-hati karena medan yang akan kami tempuh akan lebih berat dari hari sebelumnya. Buddy system menjadi hal yang paling utama kita perhatikan dalam perjalanan tersebut. Memang benar, tidak lama setelah kami memulai perjalanan, hujan turun dan menyulitkan kami. Webbing menjadi alat yang sangat penting pada saat itu. Kerja sama antara satu sama lain terus kami lakukan sehingga berhasil melewati jalur sulit tersebut.
Tidak lama setelah itu, kami sampai di puncak pertama. Di sana kita melakukan penanaman tanaman yang sudah panitia sediakan dan kami bawa sejak awal perjalanan. Penanaman tanaman dilakukan dengan cukup cepat dan kami kembali melakukan perjalanan. Medan yang cukup berat kami lewati untuk melintasi puncak demi puncak gunung tersebut. Di antara perjalanan tersebut, kakak-kakak panitia memberhentikan kami dan ternyata kami semua diasana melakukan prosesi yang cukup sakral, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya, di tengah guyuran air hujan. Setelah prosesi itu selesai, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Beberapa saat setelah itu, kami melihat ada tulisan yang tertancap di pinggir jalan yang kami lewati. “Top Rakutak” begitulah tulisan yang terdapat di sana. sejak saat itu kami baru mengetahui bahwa gunung yang sedang kami injak tersebut adalah gunung Rakutak dan kami baru saja melewati titik tertingginya. Perasaan senang menyelimuti kami karena kami menganggap setelah melewati puncak tersebut perjalanan akan segera selesai. Namun ternyata tidak demikian, beberapa saat kami melakukan istirahat kembali dan harus kembali membuka peta dan melakukan penentuan posisi. Kami kembali tidak dapat menjukkan posisi yang tepat. Seperti sebelumnya, konsekuensi harus kami jalani, lima seri push up menjadi kado terindah yang kami dapatkan di Puncak Rakutak tersebut.
Setelah itu kami beristirahat sejenak dan kembali melanjutkan perjalanan yang ternyata masih panjang. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini perjalanan lebih banyak melewati turunan yang cukup  curam. Webbing kembali menjadi andalan selain buddy system yang kami lakukan. Sekitar tiga jam kami melewati punggungan gunung tersebut. Kemudian, kami kembali berhenti di daerah aliran sungai. Di sana kembali diperintahkan untuk melakukan orientasi medan penentuan posisi. Kembali, kami melakukan kesalahan. Konsekuensi harus kami terima. Push up dua seri kami lakukan di sungai yang berada di pinggir kami. Saat baru mulai menghitung, salah seorang dari kami, yaitu AR 08 mengalami kedinginan dan tidak kuat untuk melanjutkan push up tersebut. Setelah AR 08 dapat dikondisikan dan ditangani oleh pihak panitia, kami kembali melanjutkan konsekuensi yang sudah diperintahkan tersebut.
Pakaian basah kami coba keringkan sejenak sambil memanfaatkan waktu istirahat yang diberikan panitia. Setelah waktu istirahat habis, kami kembali melanjutkan perjalanan melewati aliran sungai. Beberapa saat setelah itu kami menemukan hulu dari sungai tersebut. Tempat itu ternyata adalah sebuah danau yang belakangan kami ketahui bernama Ciharus. Sebenarnya pada saat kami beristirahat di puncak, kami sudah melihat danau ini, namun kami sama sekali tidak berfikiran untuk dapat sampai ke tempat indah tersebut. Setelah beberapa saat beristirahat, kami kemudian berjalan sebentar ke tempat peristirahatan selanjutnya.
Seperti hari sebelumnya, kami kemudian langsung diperintahkan untuk membuat  bifak dan mempersiapkan perapian untuk memasak. Setelah itu kami memasak dan beristirahat sejenak. Sekitar pukul 08.30 kami melanjutkan agenda yang sudah disusun oleh panitia, yaitu sharing bersama seluruh panitia. Kami ngobrol-ngobrol santai di sana sekitar dua jam. Setelah itu kami beristirahat di bifak masing-masing. Ketenangan bifak dan lelapnya tidur kami tertanggu dengan adanya teriakan dengan nada cukup kencang. Awalnya kami tidak menyadari bahwa itu adalah panitia yang memerintahkan kami untuk segera bangun dan merapikan semua yang ada di tempat itu termasuk bifak.
Kami segera menenakan pakaian pramuka sesuai dengan intruksi panitia. Secepat mungkin kami melakukan packing di tempat itu. setelah selesai kami kemudian diperintahkan untuk menuju tempat yang tidak jauh dari tempat menginap panitia. Di sana telah tertancap tiga buah bendera yang terdiri dari bendera pramuka, bendera Pramuka Padjadjaran, dan bendera merah putih mengapit keduanya. Selain itu, telah siap pula kakak-kakak di depan kita, dan ketika pimpinan sidang masuk, kami sadar bahwa itu merupakan prosesi sidang penerimaan anggota ambalan-racana Padjadjaran.
Berbagai pertanyaan diajukan kepada kami. Pertanyaan pertama adalah mengenai potensi diri. Dalam menjawab pertanyaan tersebut kami beberapa kali mengalami penolakan jawaban karena kakak-kakak anggota pramuka merasa kurang puas. Posisi badan yang tetap menggendong carrier mempengaruhi konsentrasi kami. Beberapa kali sidang di skors, kami memanfaatkan skors tersebut untuk berunding dengan Danlap dan Aslap mengenai jawaban yang kami ajukan. Beberapa pertanyaan lanjutan coba kami jawab sebisa mungkin. Namun tetap saja, ada beberapa jawaban dari kami yang belum mampu memuaskan kakak-kakak anggota. Skorsing beberapa kali dilakukan untuk berbagai keperluan. Kami terus mencari jawaban yang dapat memuaskan kakak-kakak anggota. Pada akhirnya, sekitar pukul 10.00 pagi, jawaban kami dapat diterima oleh kakak-kakak meskipun dengan beberapa syarat dan jaminan yang harus kami lakukan.
Sesi tanya jawab selesai dan pemimpin sidang melanjutkan agenda sidang selanjutnya yaitu penentuan diterima atau tidaknya kami sebagai anggota. Sistem yang digunakan adalah voting, dan setiap anggota memiliki hak suara, termasuk pemimpin sidang, Danlap, dan Aslap. Opsi yang ditawarkan adalah “diterima”, “ragu-ragu”, dan “tidak diterima”. Dari seluruh anggota yang hadir, ketiga opsi itu sumuanya ada yang memilih. Meskipun opsi “diterima” mendapat pemilih terbanyak, namun kami tetap dituntut untuk dapat melobi anggota yang memilih ragu-ragu dan tidak diterima.
Sidang di skors beberapa menit. Kami mendapatkan kesempatan untuk merundingkan apa yang akan disampaikan guna melakukan loby dan menuntun keputusan kakak-kakak anggota agar semua dapat menentukan pilihan menerima kami sebagai anggota. Sidang kembali dilanjutkan dan kami memaparkan tawaran kami. Namun, tawaran pertama kami ditolak dan kami diminta untuk melakukan jaminan secara personal, bukan kelompok. Akhirnya, dengan jaminan yang kami tawarkan secara personal, mayoritas kakak-kakak anggota menyetujui diterimanya kami menjadi bagian dari mereka, yaitu anggota Pramuka Ambalan-Racana Padjadjaran. Setelah pemimpin sidang menyatakan bahwa kami diterima, semua rasa lelah terasa hilang seketika. Kami senang, sekaligus kami takut. Senang bisa menjadi bagian dalam keluarga besar Pramuka Padjadjaran, dan takut jika tidak bisa menjalankan tanggung jawab yang sudah kami emban. Namun, perasaan takut itu sedikit terhapuskan setelah kami bersalaman dan mendapat dukungan dari semua pihak dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
Setelah sidang selesai, upacara pelantikan dilakukan. Dalam upacara terebut, kami dilantik dan diberitahu nama angkatan kami “Ambuwaha Rakutak” yang berarti Awan Mendung Gunung Rakutak. Minuman adat brotowali menyempurnakan perjuangan kami di sana.  Keceriaan terbangun setelah selesai upacara tersebut. Ucapan selamat dari kakak-kakak anggota menjadi suntikan motivasi bagi kami. Setelah itu kami bersiap untuk packing dan melakukan perjalanan pulang.
Hujan deras mengiringi perjalanan pulang. Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya kita sampai ke tempat penjemputan. Sejenak kami beristirahat di sebuah mesjid untuk melemaskan otot dan beberapa orang mengganti pakaiannya. Setelah kondisi memungkinkan, akhirnya  kami pulang menggunakan kendaraan yang sudah disediakan panitia. Sekitar pukul 18.30 kami sampai di tempat awal, yaitu di UKM Timur, teppatnya di Sanggar Pramuka Ambalan-Racana Padjadjaran. Kami beristirahat sejenak kemudian melaksanakan upacara penutupan rangakaian acara MOKPAB ke-52.


#PramukaUnpad #PramukaIndonesia #PelantikanPramuka #PramukaPadjadjaran #MOKPAB52 #AmbuwahaRakutak

Sabtu, 30 Maret 2013

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)


1. Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

        Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

        Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.

        Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa   Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi.  Dengan kata lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.

“Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang akurat sehubungan data ekonomi”

        Berdasarkan pernyataan di atas dap[at dipahami bahwa  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh informasi tentang kondisi ekonomi.

        Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.

        Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi.

        Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi.

        Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporan keuangan.  Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua data ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.

2. Peranan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 
        Bertolak dari definisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sebagai buku petunjuk tentang prosedur pencatatan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

        Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat berperan dalam membantu pihak manajemen keuangan dalam pengungkapan informasi keuangan.

        Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2007:01,01) menuliskan bahwa :
        “Tujuan dari pernyataan ini adalah menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) yang selanjutnya disebut laporan keuangan......”

        Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berperan dalam penetapan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan, atau dengan kata lain peranan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengarah pada perlakuan pencatatan akuntansi terhadap sumber-sumber ekonomi agar tiap bagiannya berada pada posisi yang benar dan tepat.

        Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) juga dapat memberi pedoman bagi kita tentang begaimana seharusnya sumber-sumber ekonomi dicatat dan bila terjadi perubahan bagaimana mencatatnya serta kapan perubahan tersebut dicatat dan bagaimana seharusnya kita menyusun dan menyajikan laporan keuangan.

  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) juga membantu menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pengungkapan jika terjadi penyimpangan dalam laporan keuangan yang disajikan.

        Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) akan menjadi alat dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan yang mengantar kepada terciptanya sistematis informasi keuangan yang akurat dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu para penentu keputusan dalam mengambil kepuitusan yang tepat bagi kelangsungan suatu usaha.